PEMIKIRAN POLITIK M. IQBAL

Sunday, June 15, 2014

            Muhammad Iqbal dilahirkan di Sialkot India pada tanggal 9 November 1887 dan wafat pada tanggal 21 April 1938. Beliau terlahir dalam keadaan keluarga yang miskin. Semasa beliau sekolah, beliau mendapatkan beasiswa hingga akhirnya lulus dari perguruan tinggi pada tahun 1897. Setelah pendidikan perguruan tingginya di Sialkot kemudian beliau melanjutkannya di Cambridge-Inggris dan terakhir di Munich-Jerman. Sekembalinya dari Eropa pada tahun 1909 beliau diangkat menjadi guru besar di Lahore dan juga sempat menjadi pengacara. Lambat laun nama beliau semakin terkenal dengan banyaknya karya yang diciptakannya. Seperti contohnya buku-buku beliau yang berjudul Bang-i-dara, Payam-i-Mashriq, Asrar-i-Khudi, dll.
            Meski beliau sebagai seorang pemikir tetap saja gagasan-gagasannya tidak luput dari pengaruh pemikir-pemikir sebelumnya. Muhammad Iqbal memiliki beberapa  pemikiran yang fundamental seperti intuisi, diri, dunia, dan Tuhan. Tetapi pada prakteknya, masyarakat luas mengenalnya sebagai negarawan, filosof, dan sastrawan. Bukti kuat terhadap pernyataan tersebut dapat kita lihat dari isi karya-karya yang telah diciptakannya. Maka dapat kita pahami bahwasanya gagasan-gagasan beliau berkaitan dengan Politik, dan tentang Islam.
            Dari sini penulis akan membahas pemikiran beliau terkait dengan politik dan islam, yang mana menurut beliau tidaklah mungkin umat Islam dapat bersatu dengan penuh persaudaraan dengan warga atau masyarakat yang berkeyakinan berbeda. Sehingga menurutnya kaum muslimin haruslah membentuk negaranya sendiri. Bagi Iqbal seluruh masyarakat yang beragama Islam adalah keluarga yang terdiri atas republik, dan Pakistan yang akan dibentuk baginya adalah termasuk dalam republik tersebut. Kemudian beliau yang juga terkenal akan negarawan, beranggapan bahwa pandangannya terhadap ancaman luar juga sangat tajam. Bagi beliau  budaya Barat merupakan budaya imperialisme, materialism, dan anti spiritual sangat jauh dari norma-norma Islam yang juga dapat mengancam kebudayaan Islam sendiri. Bagi beliau faktor terpenting untuk reformasi dalam diri manusia yaitu jati dirinya sendiri. Dengan paham tersebut beliau berjuang untuk menumbuhkan rasa percaya diri umat Islam dan identitas keislamannya. Muhammad Iqbal beranggapan umat Islam tidak boleh merasa rendah diri terhadap budaya-budaya Barat. Dengan cara tersebut masyarakat Islam dapat melepaskan diri dari pengaruh imperialis Barat. Dan tak luput juga landasan bagi umat Islam sendiri yaitu Al-Qur’an sebagaimana yang terdapat didalamnya yaitu banyak prinsip-prinsip yang harus diyakini oleh masyarakat Islam itu sendiri.

            Menurut penulis pemikiran beliau yang sangat kritis akan budaya Barat dan bagaimana cara mencegah hal tersebut masuk kedalam Islam sangatlah berguna tetapi, tetap tidak dapat di imbangi dengan cepatnya perkembangan budaya Barat itu sendiri yang berusaha memasuki pola pikir masyarakat Islam itu. Jika Muhammad Iqbal berjuang sendiri dalam memerangi budaya Barat tidak diherankan lagi jika beliau masih belum berhasil karena semakin banyaknya penduduk Islam itu sendiri, sedangkan para pengikut beliau juga terbilang kurang sehingga tidak mencakupi untuk memberikan pengaruh pemikiran beliau terhadap umat islam lainnya.

0 comments:

Post a Comment