Muhammad Iqbal dilahirkan di Sialkot
India pada tanggal 9 November 1887 dan wafat pada tanggal 21 April 1938. Beliau
terlahir dalam keadaan keluarga yang miskin. Semasa beliau sekolah, beliau
mendapatkan beasiswa hingga akhirnya lulus dari perguruan tinggi pada tahun
1897. Setelah pendidikan perguruan tingginya di Sialkot kemudian beliau
melanjutkannya di Cambridge-Inggris dan terakhir di Munich-Jerman. Sekembalinya
dari Eropa pada tahun 1909 beliau diangkat menjadi guru besar di Lahore dan
juga sempat menjadi pengacara. Lambat laun nama beliau semakin terkenal dengan
banyaknya karya yang diciptakannya. Seperti contohnya buku-buku beliau yang
berjudul Bang-i-dara, Payam-i-Mashriq, Asrar-i-Khudi,
dll.
Meski beliau sebagai seorang pemikir
tetap saja gagasan-gagasannya tidak luput dari pengaruh pemikir-pemikir
sebelumnya. Muhammad Iqbal memiliki beberapa
pemikiran yang fundamental seperti intuisi, diri, dunia, dan Tuhan. Tetapi
pada prakteknya, masyarakat luas mengenalnya sebagai negarawan, filosof, dan
sastrawan. Bukti kuat terhadap pernyataan tersebut dapat kita lihat dari isi
karya-karya yang telah diciptakannya. Maka dapat kita pahami bahwasanya
gagasan-gagasan beliau berkaitan dengan Politik, dan tentang Islam.
Dari sini penulis akan membahas
pemikiran beliau terkait dengan politik dan islam, yang mana menurut beliau tidaklah
mungkin umat Islam dapat bersatu dengan penuh persaudaraan dengan warga atau
masyarakat yang berkeyakinan berbeda. Sehingga menurutnya kaum muslimin
haruslah membentuk negaranya sendiri. Bagi Iqbal seluruh masyarakat yang
beragama Islam adalah keluarga yang terdiri atas republik, dan Pakistan yang
akan dibentuk baginya adalah termasuk dalam republik tersebut. Kemudian beliau
yang juga terkenal akan negarawan, beranggapan bahwa pandangannya terhadap
ancaman luar juga sangat tajam. Bagi beliau
budaya Barat merupakan budaya imperialisme, materialism, dan anti spiritual
sangat jauh dari norma-norma Islam yang juga dapat mengancam kebudayaan Islam
sendiri. Bagi beliau faktor terpenting untuk reformasi dalam diri manusia yaitu
jati dirinya sendiri. Dengan paham tersebut beliau berjuang untuk menumbuhkan
rasa percaya diri umat Islam dan identitas keislamannya. Muhammad Iqbal
beranggapan umat Islam tidak boleh merasa rendah diri terhadap budaya-budaya
Barat. Dengan cara tersebut masyarakat Islam dapat melepaskan diri dari
pengaruh imperialis Barat. Dan tak luput juga landasan bagi umat Islam sendiri
yaitu Al-Qur’an sebagaimana yang terdapat didalamnya yaitu banyak
prinsip-prinsip yang harus diyakini oleh masyarakat Islam itu sendiri.
Menurut penulis pemikiran beliau
yang sangat kritis akan budaya Barat dan bagaimana cara mencegah hal tersebut
masuk kedalam Islam sangatlah berguna tetapi, tetap tidak dapat di imbangi
dengan cepatnya perkembangan budaya Barat itu sendiri yang berusaha memasuki
pola pikir masyarakat Islam itu. Jika Muhammad Iqbal berjuang sendiri dalam
memerangi budaya Barat tidak diherankan lagi jika beliau masih belum berhasil
karena semakin banyaknya penduduk Islam itu sendiri, sedangkan para pengikut
beliau juga terbilang kurang sehingga tidak mencakupi untuk memberikan pengaruh
pemikiran beliau terhadap umat islam lainnya.
0 comments:
Post a Comment